Rabu, 02 November 2011

Seni Budaya : Gambaran Umum



P e n d u d u k





Sebagian besar penduduk Kutai terutama yang yang berdiam di daerah pantai dan tepian sungai memeluk agama Islam. Sebagian kecil terutama penduduk yang tinggal di pedalaman masih menganut kepercayaan animisme dan sebagian lagi memeluk agama Kristen dan Katholik.
Penduduk asli di pedalaman dahulunya hidup berpindah-pindah (nomaden), hal ini disebabkan karena mata pencaharian utama mereka adalah berladang dengan berpindah-pindah serta berburu. Sedangkan penduduk yang tinggal di daerah pantai dan tepi sungai, selain hidup dengan bercocok tanam secara menetap juga ada yang hidup sebagai nelayan, pedagang dan pegawai/karyawan di pemerintahan maupun swasta.
Secara umum dapat dikatakan bahwa masyarakat Kutai memiliki sifat yang ramah tamah, jujur dan memiliki semangat gotong-royong yang tinggi. Tamu atau pendatang dari luar sangat dihormati. Masyarakatnya juga sangat religius dan memiliki rasa toleransi antar umat beragama yang tinggi. 

-

-






B a h a s a





Masyarakat Kutai yang terdiri dari banyak suku dan sub suku memiliki bahasa yang beragam. Beberapa bahasa sub suku yang sudah tidak dipergunakan lagi atau sudah punah adalah bahasa Umaa Wak, Umaa Palaa, Umaa Luhaat, Umaa Palog, Baang Kelo, dan Umaa Sam, bahasa-bahasa tersebut dulunya lazim digunakan oleh masyarakat Dayak di hulu maupun hilir Mahakam.
Sekarang bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional telah dikenal hampir di seluruh pelosok Kutai dan dipergunakan sebagai bahasa dalam acara-acara resmi serta untuk berkomunikasi dengan orang luar daerah. Sedangkan bahasa suku hanya dipergunakan untuk berkomunikasi antar anggota suku sendiri.

Print this post

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Technorati Style Copyright by kebudayaan | Template by One-4-All | Made In Indonesia